Tag: cerdas cermat

  • Semarak Ramadhan: Sorak Sporter dan Adu Cerdas Menggema di Sekolah Kreatif Baratajaya

    Semarak Ramadhan: Sorak Sporter dan Adu Cerdas Menggema di Sekolah Kreatif Baratajaya

    Kreatifnews – Ramadhan di Sekolah Kreatif Baratajaya bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momentum mengasah pemahaman Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Dari halaman sekolah hingga hall lantai empat, sorak sporter, lantunan azan, hingga hafalan Al-Qur’an berpadu menjadi energi kebaikan yang membahagiakan.

    Creativenews – Halaman Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya dipenuhi sorak sorai para siswa, Kamis (5/2/2026). Sejak pagi, suasana sudah terasa berbeda. Anak-anak berdiri berkelompok sambil membawa poster sederhana dan meneriakkan yel-yel penyemangat. Mereka menjadi sporter setia bagi teman-temannya yang tengah berlaga dalam lomba cerdas cermat Al Islam dan Kemuhammadiyahan.
    Sekolah yang akrab disebut Sekolah Kreatif Baratajaya ini memang tengah menggelar rangkaian lomba Ramadhan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual selama bulan suci, yang dirancang untuk menguatkan pemahaman sekaligus menumbuhkan kegembiraan dalam beribadah.
    Taufik, S.Sos.I., Kepala Urusan (Kaur) Al Islam dan Kemuhammadiyahan, menjelaskan bahwa lomba yang digelar tidak hanya cerdas cermat. “Rangkaian kegiatan dimulai dari cerdas cermat di halaman sekolah, lomba azan dan dai cilik (dacil) di hall lantai 3, serta lomba tahfidz di hall lantai 4,” ujarnya sebelum acara dimulai.
    Menurut Taufik, kegiatan ini merupakan bentuk evaluasi sekaligus apresiasi atas materi yang telah diajarkan selama Ramadhan. “Cerdas cermat ini adalah kompetisi pemahaman siswa dalam menerima materi Al Islam dan Kemuhammadiyahan yang sudah diajarkan oleh ustadz dan ustadzah. Jadi bukan sekadar lomba, tetapi juga penguatan ilmu,” tegasnya.
    Ia juga menambahkan bahwa proses penyisihan telah dilaksanakan dua hari sebelumnya di masing-masing kelas. Dari setiap kelas paralel, dipilih dua kelompok terbaik untuk melaju ke babak final. “Dari kelas I sampai kelas VI masing-masing diambil dua kelompok terbaik. Untuk final, kelas I melawan kelas II, kelas III melawan kelas IV, dan kelas V melawan kelas VI,” jelasnya.
    Sorak sorai semakinmenggema ketika babak cerdas cermat dimulai pukul 08:30 WIB. Fahmi Muqoddas, S.Pd., yang bertindak sebagai pemandu lomba, menjelaskan teknis pertandingan dengan penuh semangat. “Babak pertama adalah adu cepat. Peserta harus memencet bel secepat mungkin. Jika jawabannya benar, mendapat poin. Babak kedua lebih menantang, karena jika memencet bel dan jawabannya salah, nilai akan berkurang,” paparnya.
    Ketegangan sekaligus keceriaan tampak jelas di wajah para peserta. Mereka berdiskusi cepat, berbisik strategi, lalu sigap menekan bel ketika yakin dengan jawaban. Di sisi lain, para sporter tak henti memberikan dukungan. Meski sedang berpuasa, semangat mereka tak surut sedikit pun.
    Kepala Sekolah, Elly Rhodlifah, SH., M.Pd., turut hadir memberikan motivasi sebelum lomba dimulai. “Selamat berkompetisi. Jaga kekompakan dan sportivitas dalam lomba di bulan Ramadhan ini. Puasa jangan dijadikan alasan untuk tidak semangat. Selamat bergembira,” pesannya yang disambut tepuk tangan meriah para siswa.
    Sementara itu, di hall lantai 3, gemuruh suara sporter juga terdengar tak kalah semangat. Lomba azan dan dai cilik (dacil) berlangsung dengan penuh antusiasme. Lantunan azan dari Dyandra Mahardhika Ahmad Kasyafani, siswa kelas 3 Drum, memukau dewan juri dan membuat suasana hening sejenak sebelum disambut tepuk tangan panjang. Suaranya yang lantang dan merdu seolah menghadirkan nuansa masjid di tengah sekolah.
    Di hall lantai 4, suasana lebih khusyuk namun tetap penuh energi. Para peserta lomba tahfidz maju satu per satu melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Muhammad Alby Az Zahi Zainsyah dari kelas 4 Fatmawati tampil penuh percaya diri saat membacakan Surah Ad-Dhuha. Pelafalannya yang jelas dan tartil membuat para guru mengangguk bangga.
    Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran agama tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas dengan metode ceramah. Melalui lomba, siswa belajar berkompetisi secara sehat, menguatkan hafalan, melatih keberanian tampil, serta membangun kerja sama tim.
    Ramadhan di Sekolah Kreatif Baratajaya tahun ini benar-benar menghadirkan suasana berbeda. Tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga ruang tumbuhnya karakter percaya diri, sportif, dan cinta terhadap ajaran Islam. Sorak sorai di halaman sekolah, lantunan azan yang menggema, serta ayat-ayat suci yang terucap lantang menjadi bukti bahwa pendidikan agama bisa dikemas dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.
    Dengan semangat kebersamaan dan keceriaan, Ramadhan di sekolah ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menguatkan ilmu, iman, dan persaudaraan.
    Ahmad Mahmudi