Kategori: Berita

  • Dari Numerasi jadi Ketupat: Cara Kreatif Siswa Kelas III Belajar Matematik

    Dari Numerasi jadi Ketupat: Cara Kreatif Siswa Kelas III Belajar Matematik

    Suasana kelas III Drum di Sekolah Kreatif Baratajaya tampak berbeda pada Selasa (10/3/2026). Di tengah nuansa bulan suci Ramadhan, para siswa terlihat begitu antusias mengerjakan lembar pembelajaran numerasi yang tidak biasa. Kertas warna-warni, gunting, lem, dan gambar ketupat menghiasi meja belajar mereka. Aktivitas tersebut bukan sekadar kegiatan seni, tetapi bagian dari pembelajaran matematika yang dirancang secara kontekstual dan menyenangkan.
    Tepat pukul 10.30 WIB, setelah waktu istirahat usai, para siswa kembali ke kelas dengan penuh semangat untuk melanjutkan kegiatan belajar. Puasa tidak mengurangi energi mereka untuk berkreasi. Justru suasana Ramadhan menjadi inspirasi dalam proses pembelajaran yang dirancang oleh guru. Pembelajaran diawali dengan penjelasan dari ustadzah Lilik Wahyuningsih, S.Pd., MT. Dengan penuh semangat, ia menjelaskan tahapan kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa. Para siswa diminta mewarnai bagian tertentu, menggunting lembar soal, lalu mencocokkan soal numerasi berbentuk lingkaran dengan jawaban yang berbentuk ketupat. Ketupat dipilih bukan tanpa alasan. Bentuk ini sangat identik dengan tradisi Lebaran yang menjadi penanda akhir bulan Ramadhan. Dengan mengangkat simbol budaya tersebut, pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan dekat dengan pengalaman kehidupan siswa.
    “Sesuai dengan momen bulan suci Ramadhan, pembelajaran numerasi kali ini dirancang harus menyenangkan. Puasa jangan dijadikan alasan untuk tidak berkreasi,” ujar ustadzah Lilik, yang akrab disapa ustadzah Lilik oleh para siswa.
    Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Problem Based Learning (PBL), sebuah model pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai pusat proses belajar. Dalam model ini, siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi aktif memecahkan masalah melalui eksplorasi, diskusi, dan pengalaman langsung. Menurut teori pendidikan yang dikembangkan oleh John Dewey, pembelajaran yang efektif terjadi ketika siswa terlibat langsung dalam pengalaman nyata yang berkaitan dengan kehidupan mereka. Prinsip inilah yang terlihat dalam kegiatan numerasi berbentuk ketupat tersebut. Siswa tidak sekadar mengerjakan soal matematika, tetapi memecahkan masalah sambil berkreasi. Selain itu, kegiatan menggunting, mewarnai, dan menempel juga melatih keterampilan motorik halus siswa. Dalam perspektif teori perkembangan Jean Piaget, siswa sekolah dasar berada pada tahap operasional konkret, yaitu fase ketika anak belajar paling efektif melalui benda nyata dan aktivitas langsung. Dengan demikian, penggunaan media visual dan aktivitas tangan dalam pembelajaran numerasi membantu siswa memahami konsep secara lebih mendalam. Pembelajaran di Sekolah Kreatif Baratajaya memang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai pendekatan pendidikan modern. Hal ini sejalan dengan arahan Heru Tjahyono sebagai Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (TIPS). Menurutnya, pembelajaran di sekolah tidak boleh terlepas dari konteks kehidupan siswa, termasuk momentum keagamaan seperti Ramadhan.
    “Sesuai dengan momen bulan suci Ramadhan, pembelajaran harus tetap kontekstual. Tidak terbatas pada pelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan saja, numerasi pun bisa disesuaikan dengan momen Ramadhan,” jelas Heru Tjahyono yang akrab disapa Babe Heru.Pendekatan kooperatif juga tampak jelas dalam kegiatan tersebut. Setelah menyelesaikan soal dan merangkai ketupat, para siswa saling bekerja sama untuk mendisplay hasil karya mereka di tempat yang telah disediakan di kelas. Aktivitas ini mencerminkan prinsip pembelajaran sosial yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam proses belajar.Kelas yang semula dipenuhi kertas-kertas kerja perlahan berubah menjadi galeri kecil yang penuh warna. Ketupat-ketupat numerasi yang dibuat siswa tergantung rapi, menampilkan hasil belajar yang tidak hanya benar secara matematis, tetapi juga menarik secara visual.Antusiasme siswa pun terlihat hingga akhir kegiatan. Meski sedang menjalankan ibadah puasa, semangat mereka tetap terpancar sepanjang proses pembelajaran.
    Salah satu siswa kelas III Drum, Setyaka Fachrizal Kresna, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan tersebut.“Aku suka mengerjakan soal matematika, karena hasil akhirnya berbentuk ketupat yang lucu,” ujar Setyaka dengan wajah ceria.
    Pernyataan sederhana tersebut menjadi bukti bahwa pembelajaran yang kreatif mampu menumbuhkan rasa suka terhadap pelajaran yang sering dianggap sulit oleh sebagian siswa.Di Sekolah Kreatif Baratajaya, pembelajaran memang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga pada pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Guru terus berupaya menghadirkan ide-ide inovatif agar setiap pelajaran terasa hidup dan relevan dengan kehidupan siswa.
    Kegiatan numerasi berbentuk ketupat di kelas III ini menjadi contoh nyata bagaimana pembelajaran dapat dirancang secara kreatif, kontekstual, dan menyenangkan. Melalui pendekatan Problem Based Learning, siswa tidak hanya belajar matematika, tetapi juga mengembangkan kreativitas, keterampilan motorik, serta kemampuan bekerja sama.
    Di tengah suasana Ramadhan, pembelajaran ini menunjukkan bahwa semangat belajar tidak pernah surut oleh rasa lapar dan dahaga. Justru melalui sentuhan kreativitas guru dan pendekatan pembelajaran yang tepat, kelas berubah menjadi ruang eksplorasi yang penuh kegembiraan tempat di mana ilmu, nilai budaya, dan semangat Ramadhan berpadu dalam pengalaman belajar yang tak terlupakan.
    Ahmad Mahmudi

  • Semarak Ramadhan: Sorak Sporter dan Adu Cerdas Menggema di Sekolah Kreatif Baratajaya

    Semarak Ramadhan: Sorak Sporter dan Adu Cerdas Menggema di Sekolah Kreatif Baratajaya

    Kreatifnews – Ramadhan di Sekolah Kreatif Baratajaya bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momentum mengasah pemahaman Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Dari halaman sekolah hingga hall lantai empat, sorak sporter, lantunan azan, hingga hafalan Al-Qur’an berpadu menjadi energi kebaikan yang membahagiakan.

    Creativenews – Halaman Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya dipenuhi sorak sorai para siswa, Kamis (5/2/2026). Sejak pagi, suasana sudah terasa berbeda. Anak-anak berdiri berkelompok sambil membawa poster sederhana dan meneriakkan yel-yel penyemangat. Mereka menjadi sporter setia bagi teman-temannya yang tengah berlaga dalam lomba cerdas cermat Al Islam dan Kemuhammadiyahan.
    Sekolah yang akrab disebut Sekolah Kreatif Baratajaya ini memang tengah menggelar rangkaian lomba Ramadhan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual selama bulan suci, yang dirancang untuk menguatkan pemahaman sekaligus menumbuhkan kegembiraan dalam beribadah.
    Taufik, S.Sos.I., Kepala Urusan (Kaur) Al Islam dan Kemuhammadiyahan, menjelaskan bahwa lomba yang digelar tidak hanya cerdas cermat. “Rangkaian kegiatan dimulai dari cerdas cermat di halaman sekolah, lomba azan dan dai cilik (dacil) di hall lantai 3, serta lomba tahfidz di hall lantai 4,” ujarnya sebelum acara dimulai.
    Menurut Taufik, kegiatan ini merupakan bentuk evaluasi sekaligus apresiasi atas materi yang telah diajarkan selama Ramadhan. “Cerdas cermat ini adalah kompetisi pemahaman siswa dalam menerima materi Al Islam dan Kemuhammadiyahan yang sudah diajarkan oleh ustadz dan ustadzah. Jadi bukan sekadar lomba, tetapi juga penguatan ilmu,” tegasnya.
    Ia juga menambahkan bahwa proses penyisihan telah dilaksanakan dua hari sebelumnya di masing-masing kelas. Dari setiap kelas paralel, dipilih dua kelompok terbaik untuk melaju ke babak final. “Dari kelas I sampai kelas VI masing-masing diambil dua kelompok terbaik. Untuk final, kelas I melawan kelas II, kelas III melawan kelas IV, dan kelas V melawan kelas VI,” jelasnya.
    Sorak sorai semakinmenggema ketika babak cerdas cermat dimulai pukul 08:30 WIB. Fahmi Muqoddas, S.Pd., yang bertindak sebagai pemandu lomba, menjelaskan teknis pertandingan dengan penuh semangat. “Babak pertama adalah adu cepat. Peserta harus memencet bel secepat mungkin. Jika jawabannya benar, mendapat poin. Babak kedua lebih menantang, karena jika memencet bel dan jawabannya salah, nilai akan berkurang,” paparnya.
    Ketegangan sekaligus keceriaan tampak jelas di wajah para peserta. Mereka berdiskusi cepat, berbisik strategi, lalu sigap menekan bel ketika yakin dengan jawaban. Di sisi lain, para sporter tak henti memberikan dukungan. Meski sedang berpuasa, semangat mereka tak surut sedikit pun.
    Kepala Sekolah, Elly Rhodlifah, SH., M.Pd., turut hadir memberikan motivasi sebelum lomba dimulai. “Selamat berkompetisi. Jaga kekompakan dan sportivitas dalam lomba di bulan Ramadhan ini. Puasa jangan dijadikan alasan untuk tidak semangat. Selamat bergembira,” pesannya yang disambut tepuk tangan meriah para siswa.
    Sementara itu, di hall lantai 3, gemuruh suara sporter juga terdengar tak kalah semangat. Lomba azan dan dai cilik (dacil) berlangsung dengan penuh antusiasme. Lantunan azan dari Dyandra Mahardhika Ahmad Kasyafani, siswa kelas 3 Drum, memukau dewan juri dan membuat suasana hening sejenak sebelum disambut tepuk tangan panjang. Suaranya yang lantang dan merdu seolah menghadirkan nuansa masjid di tengah sekolah.
    Di hall lantai 4, suasana lebih khusyuk namun tetap penuh energi. Para peserta lomba tahfidz maju satu per satu melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Muhammad Alby Az Zahi Zainsyah dari kelas 4 Fatmawati tampil penuh percaya diri saat membacakan Surah Ad-Dhuha. Pelafalannya yang jelas dan tartil membuat para guru mengangguk bangga.
    Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran agama tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas dengan metode ceramah. Melalui lomba, siswa belajar berkompetisi secara sehat, menguatkan hafalan, melatih keberanian tampil, serta membangun kerja sama tim.
    Ramadhan di Sekolah Kreatif Baratajaya tahun ini benar-benar menghadirkan suasana berbeda. Tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga ruang tumbuhnya karakter percaya diri, sportif, dan cinta terhadap ajaran Islam. Sorak sorai di halaman sekolah, lantunan azan yang menggema, serta ayat-ayat suci yang terucap lantang menjadi bukti bahwa pendidikan agama bisa dikemas dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.
    Dengan semangat kebersamaan dan keceriaan, Ramadhan di sekolah ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menguatkan ilmu, iman, dan persaudaraan.
    Ahmad Mahmudi

  • Sholat Harga Mati, Spirit Isra Miraj Menggema di Sekolah Kreatif

    Sholat Harga Mati, Spirit Isra Miraj Menggema di Sekolah Kreatif

    news sekolah kreatif.com – Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Sekolah Kreatif Baratajaya berlangsung khidmat sekaligus penuh keceriaan, Kamis (15/1/2026). Bertempat di hall lantai 3 Sekolah Kreatif Baratajaya, kegiatan ini mengusung tema kuat dan bermakna, “Sholat Harga Mati”, sebagai upaya menanamkan nilai keimanan dan karakter islami sejak usia dini. Sejak pagi, suasana sekolah tampak berbeda. Nuansa putih mendominasi seluruh ruangan, selaras dengan pakaian serba putih yang dikenakan para siswa, menciptakan kesan bersih, teduh, dan menenangkan.
    Acara dibuka dengan penuh semangat oleh dua siswa, Sila dan Zahrana. Dengan gaya yang ceria namun santun, keduanya berhasil menghidupkan suasana dan mengajak seluruh hadirin larut dalam rangkaian acara. Senyum, tepuk tangan, dan tawa ringan mewarnai pembukaan, menandakan bahwa peringatan Isra Mikraj ini tidak hanya sarat makna spiritual, tetapi juga dikemas secara ramah anak dan menyenangkan.
    Salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah penampilan story telling dari para siswa yang membawakan kisah perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mikraj. Dengan bahasa sederhana, ekspresi yang lugu, dan gerak tubuh yang penuh penghayatan, para siswa mampu menyampaikan pesan besar tentang perintah sholat lima waktu. Kisah tersebut tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan yang membekas di hati, baik bagi siswa maupun para guru yang menyaksikan.
    Mewakili Kepala Sekolah Kreatif Baratajaya, Ida Afifah dalam sambutannya menyampaikan bahwa sholat merupakan kewajiban utama bagi setiap muslim yang tidak bisa ditawar. Ia menegaskan bahwa tema “Sholat Harga Mati” dipilih sebagai pengingat bahwa sholat adalah pondasi kehidupan seorang muslim. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa sholat bukan sekadar rutinitas, tetapi kebutuhan dan kewajiban yang harus dijaga sepanjang hayat,” ujarnya.
    Lebih lanjut, Ida Afifat menekankan pentingnya penanaman karakter sejak dini. Sekolah Kreatif Baratajaya berkomitmen menjadikan nilai-nilai religius sebagai bagian dari pembentukan kepribadian siswa, sejalan dengan kreativitas dan keceriaan dunia anak. Peringatan Isra Mikraj ini menjadi salah satu media pembelajaran kontekstual yang menggabungkan edukasi, hiburan, dan pembinaan akhlak. Dengan suasana hangat, kegiatan yang seru, serta pesan moral yang kuat, peringatan Isra Mikraj di Sekolah Kreatif Baratajaya tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum berharga untuk meneguhkan nilai sholat sebagai tiang agama dalam kehidupan para siswa. (Ahmad Mahmudi)

  • Prestasi Gemilang, Siswa Sekolah Kreatif Juara 1 Lomba Cuan Fest “Financial Planner”

    Prestasi Gemilang, Siswa Sekolah Kreatif Juara 1 Lomba Cuan Fest “Financial Planner”

    Sekolahkreatif.com – Alhamdulillah, prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa kelas VI. Dua siswa berbakat, Ishany Imtiyaz Mulyashfa dan Ainida Talita Hasanah, berhasil meraih Juara I dalam Lomba Cuan Fest pada misi keuangan bertema Financial Planner.
    Kompetisi ini diselenggarakan pada Minggu, 14 Desember 2025, bertempat di Royal Plaza Surabaya. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi IC-School Surabaya bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sebagai bagian dari upaya menanamkan literasi dan perencanaan keuangan sejak usia dini.
    Dalam ajang ini, para peserta ditantang untuk memahami konsep dasar pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan anggaran, menabung, hingga pengambilan keputusan finansial yang bijak. Dengan kecermatan, kreativitas, serta pemahaman yang matang, Ishany dan Ainida mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya sehingga layak menyandang posisi juara pertama.
    Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi para siswa, tetapi juga mencerminkan keberhasilan pendidikan literasi keuangan yang terus ditanamkan. Semoga capaian gemilang ini menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus belajar, berani berkompetisi, dan bijak mengelola keuangan demi masa depan yang lebih cerah. (AM)

  • Keren dan Istimewa! Tim E-Sport Sekolah Kreatif Baratajaya Harumkan Nama Sekolah

    Keren dan Istimewa! Tim E-Sport Sekolah Kreatif Baratajaya Harumkan Nama Sekolah

    Sekolahkreatif.com – Barisan prestasi kembali bertambah, memperkaya katalog kebanggaan Sekolah Kreatif Baratajaya. Seolah tak pernah mengenal kata berhenti, kreativitas dan potensi para siswanya kembali bersinar dalam ajang Lomba Mobile Legend se-Surabaya yang digelar di SDN Wonokusumo V pada Kamis, 11 Desember 2025.

    Dalam atmosfer kompetisi yang penuh strategi dan ketegangan, salah satu tim kebanggaan Sekolah Kreatif Baratajaya yaitu;
    1. Haikal Alfaro Bahri dari kelas VI Ahmad Dahlan
    2. Afthan Alfazari dari kelas VI Ahmad Dahlan
    3. Athar Asad Abdillah Balapradana dari kelas VI Ir. Djuanda
    4. Adha Yus Oktriansyah dari kelas VI Azhar Basyir
    5. Ikbar Muhammad Araiz dari kelas VI Yunus Anis
    Kelimanya telah berhasil mengukir prestasi gemilang dengan menyabet Juara 2. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa kemampuan siswa tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam dunia e-sport yang menuntut kerja sama, kecepatan berpikir, dan strategi matang.

    Tak berhenti di situ, tim ini juga menunjukkan performa luar biasa. Mereka resmi dinyatakan lolos ke babak semifinal dan mendapatkan tiket “auto main” di TP pada bulan Januari mendatang, seperti yang disampaikan oleh David Andriyanto, S.Pd guru pembina e-sport, “Ini adalah kesempatan, peluang lebih besar untuk menorehkan prestasi lanjutan”. Ucap David sapaan akrabnya.
    Apresiasi yang setinggi-tingginya disampaikan oleh Elly Rhidlifah, SH., M.Pd selaku kepala Sekolah Kreatif Baratajaya, “Kami sampaikan banyak terima kasih kepada para pelatih, pendamping, dan orang tua yang terus memberikan dukungan penuh, sehingga para siswa dapat tampil percaya diri dan memberikan yang terbaik”. Ucap Elly kepada pelatih dan orang tua siswa.
    Sungguh, ini adalah pencapaian yang keren, membanggakan, dan istimewa! Prestasi demi prestasi terus menjadi bukti bahwa Sekolah Kreatif Baratajaya adalah rumah bagi generasi berkarakter, kreatif, dan berani berkompetisi. (AM)

  • Dua Siswa Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya Terpilih sebagai Penyanyi Cilik dalam Launching Lagu Anak Ceria

    Dua Siswa Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya Terpilih sebagai Penyanyi Cilik dalam Launching Lagu Anak Ceria

    pwmu.co – Dua siswa berbakat dari Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Nabila Kamila Ulfa (V Azhar Basyir) dan Rasya Jovia Hanindya Wicaksono (VI Yunus Anis), menorehkan prestasi membanggakan dengan terpilih sebagai penyanyi cilik dalam peluncuran lagu berjudul “Anak Ceria.”

    Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya.

    Lagu Anak Ceria resmi dilaunching pada Selasa (9/12/2025) di Gedung TMB SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya dalam acara bertajuk Launching Lagu Anak & Seminar Seni Budaya.

    Dengan mengusung tema “Pengaruh Seni Musik Terhadap Kepribadian Anak,” kegiatan ini tidak hanya menampilkan kreativitas para siswa, tetapi juga menghadirkan diskusi mendalam tentang peran seni musik dalam pembentukan karakter.

    Guru musik Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Dwi Cahyo Purnomo, S.Pd, mengungkapkan kebanggaannya atas keterlibatan dua anak didiknya dalam proyek tersebut.

    “Saya sangat bersyukur karena dua siswa saya terlibat dalam membawakan lagu Anak Ceria,” ujarnya penuh bangga.

    Acara semakin istimewa dengan hadirnya Kyai Kusen Cepu, Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa seni musik memiliki peran penting dalam menumbuhkan rasa percaya diri, empati, dan kepekaan sosial pada diri anak.

    Partisipasi Nabila dan Rasya menjadi bukti nyata komitmen Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya dalam mengembangkan potensi seni siswa. Melalui panggung ini, keduanya tidak hanya menunjukkan kemampuan vokal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi teman-teman sebaya untuk terus berkarya dan meraih prestasi di bidang seni budaya. (*)

    *) Penulis : Ahmad Mahmudi
    *) Editor : Alfain jalaluddin ramadlan

  • Friendpreneurship Sekolah Kreatif Baratajaya Ajak Siswa Belajar Berwirausaha Sambil Berdonasi

    Friendpreneurship Sekolah Kreatif Baratajaya Ajak Siswa Belajar Berwirausaha Sambil Berdonasi

    pwmu.co – Usai Sumatif Akhir Semester Ganjil dan Assembly Learning, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Baratajaya Surabaya mengadakan Entrepreneur Week 2025, Senin–Jumat (9–13/12/2025) pukul 08.00–11.00 WIB.

    Kegiatan ini digelar selama lima hari berturut-turut dan diikuti seluruh siswa kelas I hingga VI. Setiap jenjang mendapat giliran tampil sesuai jadwal yang telah ditentukan, sehingga seluruh siswa dapat terlibat aktif dalam suasana wirausaha yang semarak.

    Kegiatan tahunan yang digelar di halaman sekolah yang beralamat di Jalan Baratajaya I Nomor 11 ini disulap bak pasar atau bazar yang dipenuhi aneka makanan, minuman, alat tulis, mainan, dan aksesori.

    Bertajuk Friendpreneurship, Peduli Aceh dan Sumatra, kegiatan ini digelar untuk belajar jual beli sejak dini dan berdonasi melalui praktik langsung dengan menyenangkan. Hasil jualan nantinya akan didonasikan untuk saudara-saudara di Aceh dan Sumatra yang terkena bencana alam banjir bandang.

    Acara berlangsung meriah. Para siswa berkostum ala pejuang, pahlawan, superhero, baju adat, profesi, dan lainnya berjajar rapi di balik meja dengan dagangan yang siap dijual.

    Sebelum proses jual beli dimulai, para pengunjung yang datang dihibur dengan berbagai tampilan, seperti senam tujuh kebiasaan anak hebat, dongeng, tari, dan masih banyak yang lainnya.

    Kegiatan Entrepreneur Week ini kembali diamanahkan kepada siswa kelas VI sebagai Event Organizer (EO) atau panitia dengan sistem jual beli menggunakan kupon.

    Sebelum membeli, siswa dianjurkan untuk membeli kupon di panitia dengan nominal 5.000 dan 10.000 sebagai alat transaksi. Setelah acara selesai, para penjual menukarkan kupon yang sudah didapatkan kepada panitia untuk diganti dengan uang.

    Para panitia mengurus dan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan ini. Mulai dari mempersiapkan meja dan kursi, sound system, MC, fotografer, kupon, menyusun acara, tim keamanan, serta tampilan. Di sini ustaz dan ustazahnya hanya sebagai fasilitator.

    “Kak, ayo beli, Kak! Ustazah ayo dibeli, Us, ini pudding coklat cuma lima ribuan aja,” begitulah ajak Brawisesa Narayana Tunggadewa dan teman-temannya, siswa kelas I yang giat menawarkan dagangannya untuk menarik minat pembeli yang berlalu-lalang melewati depan stan-nya.

    Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ely Rhodlifah S.H M.Pd mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini.

    “Alhamdulillah semangat anak-anak sangat tinggi dalam mengikuti Entreprenur Week ini,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, kegiatan ini memberi pengalaman mengesankan dan menarik bagi siswa.

    “Siswa diajak belajar jadi wirausaha sejak dini. Mempraktikkan bagaimana cara berjualan. Serta berani untuk mempromosikan produk jualannya,” ujarnya.

    Melalui kegiatan seperti ini, lanjut dia, dapat membuat belajar siswa semakin menyenangkan.

    “Semoga nantinya anak-anak bisa menjadi pengusaha yang dermawan di masa mendatang. Semangat, anak hebat!” harapnya.

    Di akhir acara, para siswa menyumbangkan sebagian keuntungan yang diperoleh dari penjualan produknya untuk disumbangkan kepada saudara-saudara di Aceh dan Sumatra yang terkena bencana alam. Donasi dari penjualan kelas I terkumpul Rp6.080.000.

    Evelyn Aqila Ramdiwal, siswa kelas II, salah satu pembeli, mengaku senang karena bisa ikut membeli jualan kelas I.

    “Barang yang dijual banyak, aku bingung pilih yang mana. Jadinya aku beli spageti yang harganya lima ribu rupiah,” ungkapnya.

    *) Penulis : Riska Oktaviana | Editor : Zahra Putri Pratiwig

  • Entrepreneur Week 2025; Sebuah Persembahan Kepedulian, Kreativitas, dan Kepemimpinan Siswa

    Entrepreneur Week 2025; Sebuah Persembahan Kepedulian, Kreativitas, dan Kepemimpinan Siswa

    Sekolahkreatif.com – Seolah tak pernah kehabisan gagasan segar, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya yang akrab dikenal dengan sebutan Sekolah Kreatif Baratajaya kembali mengukir inovasi melalui gelaran Entrepreneur Week 2025. Kegiatan yang berlangsung pada 8–12 Desember 2025 ini menjadi lebih dari sekadar acara rutin sekolah. Dengan mengusung tema “Friendpreneurship, Peduli Aceh dan Sumatra”, Entrepreneur Week tampil sebagai panggung besar pembelajaran; sebuah ruang luas yang merangkul nilai wirausaha, budaya, empati, serta kepemimpinan siswa.
    Sejak hari pertama, suasana sekolah berubah menjadi laboratorium pembelajaran yang hidup. Di sinilah seluruh siswa kelas VI diberi kepercayaan menjadi panitia penuh, belajar mengelola sebuah kegiatan besar dengan kedewasaan dan rasa tanggung jawab. Di garda terdepan, tampak sosok tenang namun kokoh, Orchidea Khaerunnisa Ivory dari kelas VI Yunus Anis, sang ketua panitia yang memimpin dengan kelembutan sekaligus ketegasan. Kemampuan Orchidea merangkul setiap anggota panitia menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya tentang memberi instruksi, tetapi juga menghadirkan keteladanan.
    Keteraturan alur acara juga tak lepas dari sentuhan lembut Kania Prajnazanitha Harindra dari kelas VI Yunus Anis sebagai koordinator acara. Dengan ketenangan yang menyejukkan, ia memastikan setiap transisi, penampilan, dan rangkaian acara berjalan harmonis. Kehadirannya seakan menjadi penuntun ritme, menjaga agar setiap momentum tampil padu dan memikat.
    Sementara itu, panitia perlengkapan menjadi sosok-sosok yang bekerja dalam diam namun penuh ketulusan. Mereka datang lebih pagi, menata bangku, mendirikan panggung mini, mengatur sound system, dan memastikan semua kebutuhan siap digunakan. Kebersamaan terasa hangat ketika seluruh panitia saling membantu, membuktikan bahwa kerja besar selalu tercipta dari hati yang saling menguatkan.
    Kemeriahan Entrepreneur Week 2025 semakin lengkap dengan hadirnya berbagai penampilan dari ekstrakurikuler dan pembinaan khusus. Mulai dari vokal, hip hop, gitar, angklung, tari, cooking class, English Fun, wushu, presenter, Kepanduan HW, hingga tapak suci, semuanya menampilkan warna kreativitas siswa yang begitu kaya. Setiap pertunjukan menjadi bukti bahwa bakat anak berkembang subur ketika diberikan ruang untuk tumbuh.
    Sekolah Kreatif Baratajaya memang terus berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang membentuk karakter pemimpin. Melalui perpaduan kurikulum nasional berbasis deep learning, kurikulum sekolah kreatif, serta program Leader in Me, sekolah ini mendorong siswa untuk mengenali potensi diri dan mengasah kepemimpinan sejak dini. Slogan sekolah, “Selalu berusaha untuk lebih baik”, bukan hanya sekadar semboyan, melainkan semangat yang benar-benar diwujudkan setiap hari.
    Dengan pendekatan pembelajaran edutainment, para siswa bebas mengekspresikan gaya belajar masing-masing. Mereka belajar dalam suasana yang menyenangkan, penuh tantangan positif, dan mengakomodasi keragaman potensi. Tidak ada siswa yang hanya menjadi penonton; setiap anak diberi ruang untuk bersinar.
    Karena di Sekolah Kreatif Baratajaya, setiap siswa diyakini sebagai pribadi yang berharga, pribadi yang mampu memimpin. Dan keyakinan itu tertanam kuat dalam diri mereka: ‘I Am a Leader’.
    *Jurnalis : Ahmad Mahmudi

  • Sekolah Kreatif Baratajaya Hadir di  Awarding 1000 Duta AI Graha ITS

    Sekolah Kreatif Baratajaya Hadir di Awarding 1000 Duta AI Graha ITS

    Ajang Awarding Pemenang Lomba Program 1000 Duta AI digelar dalam rangkaian acara puncak AI Talent and Innovation Day 2025 (ATID 2025) pada Selasa (9/12/2025) di Graha ITS. Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat dari berbagai sekolah di Indonesia.

    Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung dengan kehadiran para guru, siswa, serta tokoh dalam bidang pendidikan dan teknologi. Salah satu agenda utama ialah pengumuman pemenang Lomba 1000 Duta AI yang diserahkan secara langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital.

    Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya turut mengikuti kegiatan tersebut. Kepala Urusan Kesiswaan, Ira Nurmasari, S.T., S.Pd., dan perwakilan guru, Abdul Rozak, S.Pd., mendampingi para siswa sebagai bagian dari dukungan sekolah terhadap pengembangan talenta digital.

    Salah satu siswa Sekolah Kreatif yang masuk nominasi Awarding Pemenang Lomba Program 1000 Duta AI ialah Elora Nareswari (VI Yunus Anis) melalui karya poster yang diikutsertakan lewat platform Instagram. Pihak sekolah menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan adanya perkembangan kemampuan siswa dalam bidang kreativitas dan digital.

    Selain Elora, terdapat Faiz Aqila Adlar (V Ibnu Majid), Ambar Waluyo Krido Sakti (V Banu Musa), Naggala Ali Reigapatra Cokrowijoyo (V Banu Musa), dan Aldea Azizah Zayyani (VI Yunus Anis) yang juga hadir dalam kegiatan tersebut sebagai Duta AI Sekolah Kreatif Baratajaya.

    Para Duta AI berkesempatan mengikuti beberapa sesi interaktif. Naggala Ali Reigapatra Cokrowijoyo (V Banu Musa) mencoba sejumlah aplikasi AI dan berinteraksi dengan robot berbasis kecerdasan buatan. “Aku senang sekali karena tadi bisa bermain game dari aplikasi dari AI dan berbicara dengan robot secara langsung,” ujar Gala. Acara ATID 2025 juga menampilkan pembagian door prize pada akhir kegiatan. Para peserta mengikuti sesi tersebut hingga seluruh rangkaian acara selesai. Sekolah menyampaikan bahwa partisipasi dalam ATID 2025 diharapkan dapat memperluas pengalaman siswa dalam bidang teknologi serta mendorong minat mereka terhadap pengembangan kecerdasan buatan. (*)

    *) Penulis : Ahmad Mahmudi | Editor : Tanwirul Huda